Report: Kampret, Salah Puter..!!

Tadinya sih pengen mencoba melakukan setting pengapian ala FSG pada kijang saya, tapi berhubung waktu mendesak, jadi sudahlah dibikin mentok saja. Kalaupun nanti terjadi kesalahan, kan tinggal dikembalikan ke keadaan semula. Lagi pula dari hasil report member TKCC yang telah memajukan waktu pengapiannya sampai mentok, pada umumnya tidak ada yang mengalami masalah berarti. Paling-paling cuma ngelitik.. 😛

Jadi pada sabtu pagi lalu, sebelum berangkat menghadiri acara resepsi pernikahan rekan Kris & Ane di Ciamis, saya mencoba memajukan waktu pengapian pada kijang saya dengan memutar distributor searah jarum jam sampai mentok setelah sehari sebelumnya membeli kunci socket T ukuran 12 di Indogrosir. Tapi yang terjadi adalah saya salah arah dalam memutar distributor, bukannya memajukan malah memundurkan waktu pengapian sampai mentok.

Selama perjalanan ke Ciamis dengan kondisi waktu pengapian dimundurkan sampai mentok, mesin sama sekali tidak ngelitik. Kecepatan 140 kpj cukup mudah dicapai dengan gigi 4 setelah memasuki tol Pasteur (3 penumpang). Diatas 140 kpj dengan gigi 5 baru deh terasa lambat percepatannya. Sehingga top speed yang berhasil dicapai saat itu hanya 150 kpj, karena jalan tol pun mulai ramai.

Pada kondisi jalan menanjak juga mesin tidak kehabisan tenaga (bertambah jadi 5 penumpang). Tanjakan yang disertai tikungan tidak terlalu sulit dilewati dengan gigi 3. Tentunya dalam kondisi lalu lintas lancar.

Well, ternyata keraguan saya atas hasil settingan itu terbukti, setting yang saya lakukan bukannya memajukan malah memundurkan waktu pengapian. Saya memang telah mencurigai kesalahan tersebut karena mesin sama sekali tidak ngelitik selama perjalanan, sehingga selama perjalanan saya sempat berkonsultasi via sms dengan Kang Erwin, salah satu gembong TKCC. Tapi pada saat itu Kang Erwin menyatakan bahwa setting yang saya lakukan sudah benar.

Untuk mencari opini lain, pada hari kamis saya berkonsultasi dengan Kang Dikwan, juragannya Ditech Injection. Dan ternyata Kang Dikwan juga menyatakan bahwa setting yang saya lakukan sudah benar, walaupun tidak dapat dibuktikan dengan pengukuran waktu pengapian dengan menggunakan timing light. Terdapat masalah saat hendak dilakukan pengukuran waktu pengapian dengan menggunakan timing light. Pengukuran tidak bisa dilakukan sebagai akibat penggunaan camshaft yang tidak standar. Sepertinya ini menjadi rahasia dapur bengkel pemasang cam, sehingga waktu pengapian hanya bisa diukur oleh bengkel tersebut.

Tapi saya masih belum yakin, apalagi setelah membandingkan tips dari Om Oskar di milis TKCC dengan artikelnya Om Tony di web TKCC yang saling bertolak belakang. Saat melakukan setting pengapian, saya mengacu pada tips yang diberikan Om Oskar. Akhirnya saya baru mendapat kepastian tentang kesalahan setting itu setelah kemarin saya berkonsultasi ke milis TKCC, Om Oskar telah meralat tipsnya. Ternyata untuk memajukan waktu pengapian pada mesin 5K, distributor harus diputar berlawanan arah jarum jam.

Demikian report hasil coba-coba melakukan setting pengapian pada kijang butut tahun 93, dengan memundurkan waktu pengapian sampai mentok. Sebagai informasi tambahan, kijang saya bermesin 5K standar… 😛

Cuma pake Full-Tourqe (Mega Power) camshaft 66 Degs (kayanya sih bener 66 Degs), Jacobs ultra coil + computer ignition (energy pack), Pertronix ignitor, kabel busi Power Blast 9.5 mm, header 4-1 + free flow + pipa 1.5″, timing chain + gear ganda (konon part-nya Corolla DX), dan spuyer karburator yang ukurannya menjadi rahasia dapur bengkel modifikasi (sepertinya spuyer standar yang dikorek/diperbesar diameternya).
Sedangkan untuk yang fast moving, saat ini kijang standar saya itu menggunakan busi Beru Ultra, oli mesin Mesran Prima XP, oli gardan + perseneling Shell Spirax, serta cukup menenggak premium.

Jadi jangan sampai lupa, untuk memajukan waktu pengapian pada mesin 5K, distributor harus diputar berlawanan arah jarum jam. Ingat itu..!!

4 thoughts on “Report: Kampret, Salah Puter..!!”

  1. Om toki saya 5K msh estede, cuman ganti header 4-1, power pengapian MP200, surbo and ring diesel bensin yg sistem magnet, saya pengen toki saya bisa sperti punya om itu modifnya dmn and abis berapa yah om, yah biar ngacir gitu loh and gak malu2in di tol …txs om

  2. om bambang, dulu saya ngerjain mesinnya sih di personal, bandung. harga udah lupa, udah lama bgt soalnya dari taon 95-an. bahkan cam & header udah terpasang pas saya beli mobil itu. critanya sisa kenakalan masa lalu.. 😛

    kalo skarang toki saya nongkrongnya di bengkelnya kang dikwan, ditech injection, jl. wira angun angun, bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>