Jadi Penumpang Lagi

Malam sabtu lalu saya kembali jadi co-pilot Eterna N/A Stage 3-nya Kang Dikwan di Supratman (kali ini udah stage 3). Seperti biasa Supratman cukup rame, dan malam itu mobil yang tampil mencolok adalah SLK & Jaguar S-Type.

Masih dengan problem yang sama, suka nyangkut kalo pindah gigi, waktu terbaik malam itu adalah sekitar 15.6 detik untuk 402 meter. Sempat juga ngetes Stand Alone ECU HKS (hasil kreasi sendiri), tapi settingannya masih belum pas, malah jadi ndut-ndutan.

Eterna ini rencananya akan diikutsertakan pada event drag race tanggal 6 Maret nanti di Cimahi. Saat ini gearbox dengan ratio yang lebih rapat sudah terpasang. Mungkin Stand Alone ECU dengan settingan yang tepat akan segera menyusul.

Dikutip dari posting Kang Dikwan di milis ICC:

Kmrn dicoba sama2 Kang Doddy dari TKCC di Jalan Supratman bisa 15,6 kadang masih 16, —402 mtr (Gtec Pro Support)
Mudah2an saat Race Day bisa lbh baik, karena msh suka missed gear, skr lagi coba pake Gear Box yg Ratio nya lbh kecil

Demikian report dari penumpang.. Malam sabtu nanti saya siap untuk diajak ikutan ngetes gearbox baru.. 😛

—————————
Musti latihan pindah gigi, Kang.. Biar bisa lebih smooth dan ga’ kebanyakan spin..   😉

PF Kemasan Ekonomis

Kamis lalu saya telah mendapatkan supply PF sebanyak setengah liter dari Kang Erwin. Awalnya saya pikir PF tersebut dijual per liter dengan sistem curah, namun ternyata telah dikemas rapi dalam jerigen kecil 1 literan.

Berbeda dengan kemasan isi 15 ml, PF dalam kemasan isi 1 liter ini konon tidak dijual di pasaran. Member TKCC memiliki akses ke Elnusa untuk mendapatkan PF dalam kemasan jumbo ini seharga 275 ribu perak (CMIIW). Jauh lebih ekonomis jika dibandingkan dengan kemasan isi 15 ml seharga 15 ribu perak.

Jadi pada kamis itu acaranya ngebengkel seharian. Paginya (ga’ pagi-pagi amat sih) nemenin Anto ngeroll kijang itemnya di Marathon. Sempet dapet kuliah singkat dari Koh Aseng tentang per gara-gara si Anto komplen.

Kemudian siangnya nyambung ke DI nemenin Kang Erwin ganti cam & chip estillo. Sampai maghrib kita nangkring di DI nungguin estillo beres, lalu kedua orang ini langsung balik malam itu juga ke habitatnya di ibu kota.

—————————
Mana nih reportnya?   😉

Bensin Oplosan

Sabtu sore saya main ke DI. Ganti tutup radiator, ganti oli, stel klep, serta mencoba menambahkan avgas pada premium.

Sudah beberapa bulan ini ada yang tidak beres dengan radiator mobil saya. Setiap harinya air radiator selalu berkurang sekitar 200 ml, sebagian menguap dan sebagian lagi berpindah ke tabung reservoir. Ternyata itu merupakan gejala bahwa radiator cap sudah tidak berfungsi baik. Radiator cap kijang bisa ditebus dengan 35 ribu perak.

Meditran SX untuk mobil bensin? Yup… jangan ragu-ragu untuk menggunakan Meditran SX untuk kendaraan berbahan bakar bensin. Walaupun Meditran SX dipasarkan sebagai pelumas kendaraan diesel, namun bisa juga diaplikasikan pada kendaraan bensin karena memiliki API Service CH4/SJ.
Karena sebelumnya saya menggunakan Prima XP, maka mesin harus di-flush dan oil filter harus diganti. Saya menggunakan DCS engine flush.

Continue reading Bensin Oplosan

Seru Juga Walaupun Cuma Jadi Penumpang

Pada jumat malam lalu atau tepatnya sabtu dini hari, setelah beres main di Barcode dan nganterin Haries, teman SMA saya, balik ke Hyatt, saya nyamper Kang Dikwan ke DI lalu ikutan nongkrong di Supratman. Walaupun disebut Supratman, tapi sebetulnya lebih ke arah Diponegoro sekitar Gedung Sate.

Rame juga rupanya Supratman tiap malam sabtu, mobil aneka bentuk nongol di situ. Yang tampilannya biasa-biasa saja pun dijamin isinya luar biasa. Ada Altis yang pake Haltech, Celica lama yang pake 4A-GE, Subaru yang masih kinclong, Lancer Evo yang full body kit, dan sebagainya. Tapi yang tampil cukup mencolok adalah Corolla DX putih yang datang tanpa kap mesin dengan turbo yang tampak munjung di dalamnya.

Tak lama Kang Dikwan pun turun dengan Eterna N/A Stage 2-nya, dan saya cukup jadi penonton di sekitar garis start. Beberapa menit kemudian baru saya ikut jadi penumpang di mobil Kang Dikwan, seru juga rupanya. Walaupun sepertinya Eterna tersebut masih belum sempurna pada gearboxnya, tapi kenceng juga. Kecepatan 140 kpj bisa didapat dalam jarak sekitar 150 meter dengan gigi 3 (CMIIW ya, Kang Dikwan).

Well… setelah lewat jam 3 pagi, setelah bensin hampir habis, setelah Supratman mulai sepi, akhirnya bosen juga bolak-balik geber-geberan. Balik deh kite.. 😛

—————————
Jumat depan ajak-ajak saya lagi kalo ke Supratman ya, Kang…

Unlimited

Setelah menanti sekian lama, akhirnya pada kamis lalu saya telah dapat melakukan proses registrasi GPRS Matrix paket unlimited. Dan pada hari jumat paket unlimited tersebut telah dinyatakan aktif.

Sejak November lalu saya telah berulang kali mencoba melakukan registrasi GPRS Matrix paket unlimited, namun selalu ditolak dengan alasan billing system untuk wilayah Bandung belum siap untuk melayani paket unlimited tersebut. Hal ini cukup membingungkan, karena saya dan mungkin pelanggan lainnya telah mendapat informasi resmi melalui SMS bahwa paket unlimited tersebut telah tersedia. Ketika dikonfirmasikan mengenai SMS tersebut, customer service malah menyalahkan bagian pengiriman SMS. Konon akan ada SMS susulan yang akan meralat SMS yang pertama tadi.

Entah siapa yang salah dalam hal ini, saya dan mungkin pelanggan Matrix di Bandung lainnya hanya bisa bersabar, menunggu sampai paket unlimited tersebut benar-benar tersedia. Syukurlah pada akhirnya penantian itu pun berakhir. Mudah-mudahan tidak timbul masalah dalam billing system nanti, seperti yang dialami oleh beberapa teman di Jakarta pada tagihan bulan pertama GPRS Matrix paket unlimitednya.